Senin, 28 Juli 2008

Paragraf Deduktif dan Induktif

Paragraf deduktif

Paragraf deduktif berpola umum-khusus merupakan paragraf yang pikiran utamanya terletak pada awal paragraf. Bentuknya berupa pernyataan yang bersifat universal (umum), kemudian diperinci menjadi beberapa pernyataan lain yang bersifat spesifik (khusus)

Contoh :
         Masyarakat kita tergolong masyarakat yang tidak disiplin. Kondisi ini terlihat dari sikap berbagai lapisan masyarakat. Misalnya kemaceten lalu lintas yang lebih banyak disebabkan oleh faktor manusianya. Lihat saja para pedagang kaki lima. Mereka mamadati trotoar dan pinggir-pinggir jalan raya. Belum lagi anak sekolah yang datang terlambat atau membolos sekolah. begitu juga para pejabat atau pegawai kantor yang kurang menghargai waktu sehingga sering terlambat kerja.

Paragraf induktif

Paragraf induktif merupakan pola pengembangan paragraf yang bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus (spesifik). Dari hal-hal yang bersifat khusus tersebut ditarik simpulan yang bersifat khusus tadi.

Contoh :
       Ketika isu Indonesia menjadi sarang teroris disebarkan, kebanyakan orang Indonesia menjadi marah. Para pejabat marah sambil mengatakan bahwa isu itu tidak benar. Isu itu mendiskreditkan Indonesia dimata dunia. Rakyat marah dan melakukan berbagai demonstrasi di kedutaan besar negara asing, sambil membakar bendera negara asing itu. Sementara itu, kalau bendera merah putih kita dibakar oleh pihak lain, kita juga marah-marah. Perasaan kita tersinggung dan memperlihatkan perilaku bermacam-macam sebagai reaksi atas ketersinggungan itu. Rupanya, di negeri ini sikap emosional lebih dominan dari pada pertimbangan intelektual-rasional.

Rabu, 06 Februari 2008

puisi bhs. indo 1


KESEMPURNAAN

Jiwa dan ragamu
Telah ku jadikan cerminan pribadiku
Hembusan nafasmu
Percikan tauladan bagi umatmu


Ada kalanya hati terasa suram
Tapi………
Sunnah-sunnahmu sungguh menawan
Hingga batin pun terasa tentram


Sungguh….
Memang wahyumu
Bisa merasuk
Walau syetan membayangi umatmu


Andaikan……
Engkau hidup di masaku
Patut kiranya
Engkau adalah Pujaan hatiku

puisi bhs. indo 2


SANG KREATOR

Ya Allah………….
Engkau adalah kreator sejati
Alam dan seanteronya yang luas ini
Adalah bukti kekuasaan-Mu


Hidup dan matiku
Engkaulah yang mengetahui
Gerak dan perilaku Ku
Adalah cerminan hamba kepada Tuhan-Nya

Pantaskah aku…….
Kalau selama ini aku tak menjalankan sholat
Siksa pedih-Mu
Adalah cambukan kehidupanKu

Ya Allah…….
Seandainya aku Engkau beri kekuatan
Pantaskah kiranya aku bertaubat
Demi mengharap ridho-Mu